STRATEGI IBU-IBU PENENUN DALAM MEMASARKAN PRODUK TENUN IKAT (Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende)

Authors

  • Maria Yasinta Bunga Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula, Ende, Indonesia Author
  • Petronela Somi Kedan Program Studi Ilmu Sosiatri, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula, Ende, Indonesia Author
  • Helenerius Ajo Leda Program Studi Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula, Ende, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71241/1yg74z78

Keywords:

menenun, penenun perempuan, kain tenun, tenun ikat, pemasaran produk tenun

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Ibu-Ibu Penenun dalam Memasarkan Produk Tenun Ikat; Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya 10 orang ibu di Dusun La,i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, yang menjadikan pekerjaan menenun sebagai sumber penghasilan pokok. Menurut mereka, pekerjaan pokok sebagai petani kurang memberikan hasil karena topografi wilayah mereka yang berbukit tidak cocok sebagai lahan pertanian. Rumusan masalah penelitian ini adalah; bagaimana strategi ibu-ibu penenun di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende dalam memasarkan produk tenun ikat? Sementara tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi ibu-ibu penenun dalam memasarkan produk tenun ikatnya di Dusun La’i Desa Nila. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada strategi  ibu-ibu penenun dalam memasarkan produk tenun ikat di Dusun La’i. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teori rasionalitas yang digagas oleh Max Weber dan didukung oleh tinjauan pustaka. Hasilnya peneliti menemukan bahwa; pertama, 10 orang penenun yang menjadi subjek penelitian ini memasarkan hasil tenun ikat mereka dengan cara menjual langsung kepada pembeli dan pelanggan tetap sesuai pesanan. Penjualan itu dilakukan di dalam Dusun La,i. Harga produk ditentukan dengan menghitung biaya produksi dan rencana keuntungan. Kedua, tujuan memasarkan tenun ikat adalah untuk mendapat penghasilan (uang). Ketiga, uang dari hasil penjualan tenun ikat itu digunakan untuk kebutuhan pendidian anak, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, dan untuk ditabung di koperasi. Keempat, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan strategi tersebut adalah masalah transportasi yang masih sulit. Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa 10 orang ibu penenun di Dusun La,i telah memiliki strategi dalam memasarkan produksi hasil tenun ikat. Namun kendala utama yang dihadapi terletak pada faktor transportasi. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah dapat membuka transportasi darat untuk mendukung pekerjaan dan pemasaran tenun ikat di Dusun La,i Desa Nila.

References

Buku:

Iswahyudi, MS, Budaya, I., Purwoko, P., Riswanto, A., Lestari, AA, Widawati, E., ... & Lova, AN (2023). MANAJEMEN PEMASARAN: Strategi dan Praktek yang efektif . PT. Sonpedia Penerbitan Indonesia.

Ritzer, George & Goodman, Douglad J. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: PT. Kencana.

Kotler, Philip & Susanto, A.B. 2001, Manajemen Pemasaran di Indonesia, Jakarta, PT Salemba Emban Patria.

Raho, Bernad. 2001. Metode Penelitian Sosial bagi Pemula. Ende: Nusa Indah.

Setiyono, Budi. 2012. Birokrasi dalam Perpektif Politik & Administrasi. Bandung: Nuansa.

Suratno, Bondan & Catur, Rismiati E. 2001. Pemasaran Barang dan Jasa. Yogyakarta: Kanisius.

Swastha, Basu, 2000. Pemasaran Manajemen Modern.Yogyakarta: PT Liberty.

Jurnal:

Setiawan, Budiman & Sumarningdyah, R.R. Nur. “Strategi Pengembangan Tenun Ikat Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20:3, September 2014.

Internet:

NTT Bangkit. 2014, Tenun di NTT, dari https://nttbangkit.wordpress.com/suku-di-ntt/ diakses pada tanggal 4 Februari 2020.

Thomas Bentaman. 2018, Tampil di Paris Fashion Week, Tenun NTT Mendunia, dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/03/06/tampil-di-paris-fashion-week-2018-tenun-ntt-mendunia diakses pada tanggal 2 Februari 2020.

Daud Amarato. 2019. “Keragaman Tenun Khas NTT yang Mempesona” dari https://www.kompasiana.com/daudamaratod/5c7a3395c112fe557653893c/keragaman-tenun-khas-ntt-yang-mempesona diakses pada tanggal 2 Februari 2020.

Wikipedia. 2018. “Pengertian Tenun Ikat” dari https://id.wikipedia/pengertian-tenun-ikat/ diakses pada tanggal 4 Februari 2020.

Trivia. 2015. Tenun Ikat Ende “Warisan Keindahan yang Terancam Punah.” dari https://www.sisiusaha.com./trivia/465/tenun-ikat-Ende-warisan-keindahan-yang-terancam-punah/ diakses pada tanggal 6 Maret 2020.

Dokumen:

Departemen Dalam Negeri Dirjen Pemberdaya masyarakat Desa, 2003. Aset Seni dan Budaya.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ende, 2017. Kecamatan Ende dalam Angka.

Downloads

Published

2026-01-28