EDUKASI PENCEGAHAN VIRUS ASF KEPADA MASYARAKAT DI DESA MALAWARU KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE
DOI:
https://doi.org/10.71241/vpqd0c31Kata Kunci:
Edukasi, Pencegahan, Virus ASFAbstrak
Masyarakat Desa Malawaru sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Di samping itu mereka juga giat memelihara babi untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Namun dengan munculnya wabah demam babi Afrika (African swine fever/ASF) menjadi masalah besar sejak akhir 2019 bagi peternak babi di beberapa daerah tidak terkecuali di Desa Malawaru Kecamatan Nangapanda. Penyebaran penyakit atau virus ini meningkat sangat cepat sehingga dalam waktu yang sangat singkat ternak babi mati dalam jumlah besar. Kerugian ekonomi akibat kematian ternak babi sudah tentu menjadi masalah utama bagi para peternak di Desa Malawaru Kecamatan Nangapanda. Ternak babi yang merupakan sumber pendapatan untuk kebutuhan keluarga menjadi lenyap seketika Masalah yang berat ini, sangat melemahkan semangat para peternak untuk memulai berusaha memelihara ternak babi. Kegiatan PKL ini, bermaksud untuk memberikan edukasi dalam upaya membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam beternak. Metode yang akan dipakai penulis dalam PKL ini adalah mensosialisasi tentang penanganan virus ASF kepada masyarakat. Menemukan akar masalah yang dihadapi oleh para peternak babi.
Referensi
Arifin, A, dan Suhartono. (2020). Efek Edukasi Penanganan Virus ASF terhadap pemahaman masyarakat.
Roza. Azizah, Primatika. Sudarnika Etih, Sumiarto. Bambang (2019), Chaerul Basri2 Tantangan dan Kendala Pengendalian African Swine Fever (ASF) Challenges and Barriers to African Swine Fever (ASF) Control.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kementerian Pertanian [Internet]. Jakarta: Kementerian Pertanian; [diakses 3 Okt 2025]. Tersedia dari: https://www.pertanian.go.id/
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Safrin Wara, Maria D. Mesa, Sthenphen H. Lay, Emirensiana Koja, Maria A. Gu Bay, Indriani F.M. Ola, Margarheta Dhupa, Hendrikus S. Koro, Sebastianus R. Lando, Elisabeth R. Banda, Yohanes B. Sanda, Richardus Beda Toulwala (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
