EDUKASI PENCEGAHAN VIRUS ASF KEPADA MASYARAKAT DI DESA MALAWARU KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE

Penulis

  • Safrin Wara Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Maria D. Mesa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Sthenphen H. Lay Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Emirensiana Koja Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Maria A. Gu Bay Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Indriani F.M. Ola Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Margarheta Dhupa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Hendrikus S. Koro Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Sebastianus R. Lando Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Elisabeth R. Banda Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Yohanes B. Sanda Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis
  • Richardus Beda Toulwala Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Ende, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.71241/vpqd0c31

Kata Kunci:

Edukasi, Pencegahan, Virus ASF

Abstrak

Masyarakat Desa Malawaru sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Di samping itu mereka juga giat memelihara babi untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Namun dengan munculnya wabah demam babi Afrika (African swine fever/ASF) menjadi masalah besar sejak akhir 2019 bagi peternak babi di beberapa daerah tidak terkecuali di Desa Malawaru Kecamatan Nangapanda. Penyebaran penyakit atau virus ini meningkat sangat cepat sehingga dalam waktu yang sangat singkat ternak babi mati dalam jumlah besar.  Kerugian ekonomi akibat kematian ternak babi sudah tentu menjadi masalah utama bagi para peternak di Desa  Malawaru Kecamatan Nangapanda. Ternak babi yang merupakan sumber pendapatan untuk kebutuhan keluarga menjadi lenyap seketika  Masalah yang berat ini, sangat melemahkan semangat para peternak untuk memulai berusaha memelihara ternak babi. Kegiatan PKL ini, bermaksud untuk memberikan edukasi dalam upaya membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam beternak. Metode yang akan dipakai penulis dalam PKL ini adalah mensosialisasi tentang penanganan virus ASF kepada masyarakat. Menemukan akar masalah yang dihadapi oleh para peternak babi.

Referensi

Arifin, A, dan Suhartono. (2020). Efek Edukasi Penanganan Virus ASF terhadap pemahaman masyarakat.

Roza. Azizah, Primatika. Sudarnika Etih, Sumiarto. Bambang (2019), Chaerul Basri2 Tantangan dan Kendala Pengendalian African Swine Fever (ASF) Challenges and Barriers to African Swine Fever (ASF) Control.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kementerian Pertanian [Internet]. Jakarta: Kementerian Pertanian; [diakses 3 Okt 2025]. Tersedia dari: https://www.pertanian.go.id/

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-13

Cara Mengutip

EDUKASI PENCEGAHAN VIRUS ASF KEPADA MASYARAKAT DI DESA MALAWARU KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE. (2025). JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM), 1(2), 49-54. https://doi.org/10.71241/vpqd0c31